Asal Usul Nama Penyengat Olak

Guru Uyub


Oleh : Nando Nawawi

Tulisan ini ingin aku sampaikan khususnya untuk pemuda-pemudi desa yang akan menjadi generasi penerus agar menjadi sebuah pengetahuan, cerita yang telah menurun dari orang tua terdahulu asal-usul nama desa Penyengat Olak.

Cerita asal usul Desa Penyengat Olak ini aku dapatkan di suatu acara Festival Kampong Penyengat Olak” yang di selenggerakan oleh pihak Universitas STISIP NH Jambi, acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa STISIP NH, Camat Jambi Luar Kota, tua-tua tengganai serta seluruh perangkat desa.

Festival Kampong Desa Penyengat Olak terdapat beberapa bagian seperti asal usul desa penyengat olak, tiga dusun di dalam desa penyengat olak, masa kepemimpinan penghulu dahulu – sekarang dan permainan tradisional desa. Masing-masing bagian tersebut diceritakan oleh narasumber yang berbeda-beda. Narasumber-narasumber tersebut ialah Guru uyub, Guru Mahrumen, M. Rafi’I BA, Sulaiman, Drs. M. Saleh dan Ulya kepala desa Penyengat Olak. Asal usul desa penyengat olak ini menurut pengakuan narasumber mereka tidak menyaksikan/tidak dalam masanya melainkan mereka juga mendapat cerita tersebut dari orang tua-tua mereka terdahulu.

Awal cerita asal usul desa penyengat olak berasal dari danau dusun salah satu daerah yang berada di desa senaung. Menurut cerita hiduplah tiga orang, yang tertua seorang perempuan dan yang kedua dan ketiga adalah laki-laki, mereka bertiga tinggal di danau dusun. Hidup akur dengan seksama, dengan memenuhi kebutuhan hidup mereka mencari makanan dengan cara berburu dan meramu.

Pada suatu ketika saudara perempuan yang tertua mereka mengalami sakit dan akhirnya meninggal, tinggalah berdua beradik  hidup bersama. Setelah saudara tertua tadi meninggal, pergilah mereka mencari tempat baru, bejalan-jalan kearah laut sampai menemukan sungai dan batang besar yang condong ke sungai (menurut cerita lokasi tersebut tepat di belakang masjid tertua di desa senaung tepat di tepi sungai). Bernaunglah mereka tadi dibawah batang besar itu (Dari situ mulailah dusun tempat mereka bernaung di sebut Desa Senaung sekarang ini).

Kemudian mereka mengalami perselisihan, salah satu dari mereka pergi dari tempat bernaungnya. Berjalan ke arah ilir sungai batanghari sampai menemukan pohon mundu dipanjatnyalah pohon tersebut akhirnya datanglah penyengat dan dibawah batang tersebut ada olak (putaran air sungai). Sampai akhirnya  dinamakan Desa Penyengat Olak.

Desa Penyengat Olak terbagi menjadi tiga dusun:
Yang pertama (pangkal desa) muaro sakean Karna dinamakan muaro sakean orang-orang disitu menerima saja (masuk semua), cerita yang baik ataupun cerita yang buruk diterima, orang-orang luar yang ingin masuk diterima”, ujar Guru Uyub.
Yang kedua (tengah-tengah desa) yang dinamakan dusun pangeran nato karna disitu dahulu terdapat banyak orang-orang keturunan raja seperti nama Raden. Dan
Yang ketiga (ujung desa) dinamakanlah dusun pinang setingkil karna dahulu ada sebuah batang pinang di tepi sungai, orang-orang tua dahulu mengambil pinang disitu dan dinamakanlah pinang setingkil (setingkil artinya setangkai kecil).
Menurut cerita dahulu dengan adanya tiga dusun tersebut membuat terjadinya ketidak sepahaman dan akhirnya bermusuhan.

Semoga bermanfaat...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemimpin Dewasa

Tentang Habib Rizieq yang jarang diketahui