Postingan

Featured post

KETIKA PEMIMPIN DESA ALERGI KRITIK

Gambar
Oleh: Nando Nawawi Memang tidak semua pemimpin desa seperti judul di atas. Akan tetapi, sangat disayangkan jika ada pemimpin desa atau orang yang  dituakan datuk atau nyai sebagai pemimpin masyarakat desa begitu alergi dengan kritikan.  Jangankan meminta masukan, bahkan dirinya merasa seolah-olah paling pintar. Pemimpin seperti ini biasanya memiliki pemikiran yang sempit dan hasil kerjanya pun tidak banyak yang dapat ia perbuat. Hal ini wajar karena hal sepele misalnya, untuk mengadakan musyarawah pembangunan desa tidak dilakukan secara terbuka sehingga semua kebijakan-kebijakan yang ia putuskan telah benar menurut dirinya sendiri. Istilahnya, 'main tunjuk' kerap dilakukan dalam pengangkatan ketua RT, perangkat desa, anggota BPD dan lain-lain. Bahkan, dipilihlah orang-orang yang sekiranya tidak menjadi hambatan bagi keinginannya. Biasanya,  orang yang kurang sependapat dengannya tidak terpakai sehingga diisilah oleh orang-orang yang manut saja dan tidak ...

Asal Usul Nama Penyengat Olak

Gambar
Oleh : Nando Nawawi Tulisan ini ingin aku sampaikan khususnya untuk pemuda-pemudi desa yang akan menjadi generasi penerus agar menjadi sebuah pengetahuan , cerita yang telah menurun dari orang tua terdahulu asal-usul nama desa Penyengat Olak. Cerita asal usul D esa P enyengat O lak ini aku dapatkan di suatu acara “ Festival Kampong Penyengat Olak” yang di selenggerakan oleh pihak U niversitas STISIP NH J ambi, acara tersebut dihadiri oleh mahasiswa STISIP NH, Cama t Jambi Luar Kota, tua- tua tengganai serta seluruh perangkat desa. Festival Kampong Desa Penyengat Olak terdapat beberapa bagian seperti asal usul desa penyengat olak, tiga dusun di dalam desa penyengat olak, masa kepemimpinan penghulu da h ulu – sekarang dan permainan tradisional desa. Masing-masing bagian tersebut diceritakan oleh narasumber yang berbeda-beda. Narasumber-narasumber tersebut ialah Guru uyub, Guru Mahrumen, M. Rafi’I BA, Sulaiman, Drs. M. Saleh dan Ulya kepala desa Penyengat Olak. Asal usul...

Kepergianmu...

Gambar
    Kehilanganmu, hal yang sangat aku takutkan bagaimana jika kau benar-benar pergi meninggalkanku, tapi aku perlahan mulai tenang seolah-olah itu bukan menjadi kekhawatiran. Karena kaupun juga mengatakan tak ingin kehilanganku, dengan mengangkat tangan kananmu dan menjulurkan jari manismu seolah-olah ingin mengajak mengaitkan jari manisku, Akupun mempercayai itu. Waktu begitu cepat berlalu, disini aku menanti malam sedangkan kau disana ingin menanti pagi. Tak berada disisi perlahan-lahan membuat semuanya mulai berubah, kurangnya komunikasi, sikapmu dan gaya bahasa yang telah berbeda dan mungkin karena kesibukanmu. Kau bersama orang-orang baru dan menemukan hal-hal yang belum kau temui. Kini, dirimu yang cukup lama aku kenal dengan mudahnya mengabulkan hal yang sangat aku takutkan, dan akhirnya itu benar-benar terjadi. Timbul lah perdebatan, saling serang opini yang mungkin berunsurkan fakta, pemahaman kita yang berbeda. Jari manis dahulu yang kau kait...

Bercerminlah...

Gambar
Toleransi! Kalian ingin toleransi? Toleransi yang bagaimana kalian inginkan? Apakah dengan melepas ternakan babi di pemukiman orang islam, sampai akhirnya orang islam meninggalkan rumahnya. Apakah kalian bertoleransi?     Dan Kalian berbicara tentang HAM HAM yang seperti apa kalian inginkan? Apakah seperti di Negeri Palestina atau seperti etnis Rohingya di Myamar ? Islam sebagai mayoritas disuatu negara sangat menghargai kaum minoritas, tapi tidak dengan sebaliknya. Dan kau berbicara Khilafah. Pernahkan kalian mengingat kebelakang! Siapa yang pernah menjajah bangsa ini? Jangan ajarkan kami toleransi, karena kami sangat menjunjung tinggi toleransi.

Pemimpin Dewasa

Gambar
by : Imam Suprayogo "Anak-anak saat melakukan permainan, lalu ia kalah, maka ia boleh-boleh saja menyalahkan pihak kompetitornya. Akan tetapi manakala hal tersebut dilakukan oleh calon pemimpin, maka rasa- rasanya hal tersebut menunjukkan bahwa mereka ternyata belum dewasa"       Berebut menjadi pemimpin di alam demokrasi tampaknya seperti dalam kompetisi lain pada umumnya. Dalam setiap kompetisi, selalu ada pihak yang merasa tidak puas terhadap jalannya permainan. Terutama pihak yang kalah, apalagi selisih kekalahan itu tidak terlalu banyak, lantas ia pun menuduh pesaingnya bermain tidak jujur. Tidak jarang, dalam berkompetisi, termasuk kompetisi Pilkada, pihak yang kalah menyampaikan protes, dan bahkan melapor ke pengadilan. Alasan yang digunakan bermacam-macam, misalnya kompetitornya tidak jujur, menggunakan politik uang, terjadi penyimpangan yang bersifat masif dan terstruktur, Kesalahan kadang juga dialamatkan kepada pihak penyelenggar...