Kepergianmu...
Kehilanganmu, hal yang sangat aku takutkan bagaimana jika kau benar-benar pergi meninggalkanku, tapi aku perlahan mulai tenang seolah-olah itu bukan menjadi kekhawatiran. Karena kaupun juga mengatakan tak ingin kehilanganku, dengan mengangkat tangan kananmu dan menjulurkan jari manismu seolah-olah ingin mengajak mengaitkan jari manisku, Akupun mempercayai itu. Waktu begitu cepat berlalu, disini aku menanti malam sedangkan kau disana ingin menanti pagi. Tak berada disisi perlahan-lahan membuat semuanya mulai berubah, kurangnya komunikasi, sikapmu dan gaya bahasa yang telah berbeda dan mungkin karena kesibukanmu. Kau bersama orang-orang baru dan menemukan hal-hal yang belum kau temui. Kini, dirimu yang cukup lama aku kenal dengan mudahnya mengabulkan hal yang sangat aku takutkan, dan akhirnya itu benar-benar terjadi. Timbul lah perdebatan, saling serang opini yang mungkin berunsurkan fakta, pemahaman kita yang berbeda. Jari manis dahulu yang kau kait...