Pemimpin Dewasa
by : Imam Suprayogo "Anak-anak saat melakukan permainan, lalu ia kalah, maka ia boleh-boleh saja menyalahkan pihak kompetitornya. Akan tetapi manakala hal tersebut dilakukan oleh calon pemimpin, maka rasa- rasanya hal tersebut menunjukkan bahwa mereka ternyata belum dewasa" Berebut menjadi pemimpin di alam demokrasi tampaknya seperti dalam kompetisi lain pada umumnya. Dalam setiap kompetisi, selalu ada pihak yang merasa tidak puas terhadap jalannya permainan. Terutama pihak yang kalah, apalagi selisih kekalahan itu tidak terlalu banyak, lantas ia pun menuduh pesaingnya bermain tidak jujur. Tidak jarang, dalam berkompetisi, termasuk kompetisi Pilkada, pihak yang kalah menyampaikan protes, dan bahkan melapor ke pengadilan. Alasan yang digunakan bermacam-macam, misalnya kompetitornya tidak jujur, menggunakan politik uang, terjadi penyimpangan yang bersifat masif dan terstruktur, Kesalahan kadang juga dialamatkan kepada pihak penyelenggar...









Komentar
Posting Komentar